site visit PLTU Indramayu

Perjalanan panjang dimulai dengan musik/lagu “Widuri” yang terus terngiang-ngiang sewaktu sampai di Indramayu. Mungkin Pak Supir emang menyukai lagu itu. Sedih and bener galau tuh lagu. OOpps lanjut gan!

Lokasi PLTU Indramayu di desa Sumur Adem, Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu ditempuh kurang lebih 3 jam dari PLN Kantor Pusat (Jaksel), dalam keadaan tidak macet loh.

Sesampai di sana, dengan kepala agak pusing, mulai deh nyamperin salah satu pegawai di sana yang udah buat janji untuk menemani kita site visit di PLTU Indramayu. Dan syukurnya ternyata ada 5 orang yang ahli teknis/mekanik juga ikut menemani kami dan menunjukkan alat-alat yang sedang diinventaris.

Peralatan pertama yg kami cek adalah: Boiler. wouw 10 tingkat booooo…. Dan di paling atas terlihatlah uap itu. Semakin penasaran, kami masuk ke dalam PLTU itu, khususnya Unit 3.

Mulai ditunjukkanlah electrostatis Precipitator, kemudian turbin dan boiler civil works. and so many else. Banyak peralatan yang baru dikenal. Dengan menggunakan sepatu boot dan helm kami sampai juga menginventaris ke lantai 3. Dan terasa panas berkeringat and agak takut ngelihat ada peralatan yang bergetar dan beruap, maka kami melanjutkan inventaris keluar gedung itu. Melihat Lightning protection yang adalah alat proteksi terhadap kilat. Bentuknya runcing panjang menghadap langit.

Yang paling mengesankan adalah ketika kami melanjutkan inventaris ke dekat ‘jetty’ (istilah kerennya bangunan pelindung pantai). Di dekat situ kami mencium bau tak sedap, yang ternyata adalah bau ikan-ikan atau udang mati yang tersedot pada saat peralatan PLTU mengambil air laut.

…to be continued…